iklan banner

✔ Se-Pekan Berlatih Jurnalistik Di Danau Toba


Sebagai Lembaga pers kampus di lingkungan Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara, LPM Dinamika mengemban kiprah sebagai wadah informasi dikalangan Mahasiswa/i IAIN SU. Hal itu lah yang menjadikan LPM Dinamika terus membekali anggotanya dengan Ilmu Jurnalistik yang mumpuni dengan mengikut sertakan anggotanya untuk mengikuti pelatihan, biar sanggup menghasilkan jurnalis-jurnalis yang kapabilitas, bisa merangkai informasi dengan faktual dan menarik untuk disajikan kepada civitas akademisi di IAIN SU dan masyarakat luas.
Sebelum menjadi anggota resmi LPM Dinamika, mahasiswa yang memutuskan untuk bergabung dengan LPM Dinamika juga telah dilatih dan diperkenalkan wacana ilmu jurnalistik dalam fase magang selama tiga bulan. Selain itu, setiap anggota wajib mengikuti Pelatihan jurnalistik tingkat dasar. Paling Sederhana, Struktur piramida terbalik yang harus dikuasi oleh anggota LPM Dinamika sebab hal ini penting untuk kontribusinya di website. Dan pembinaan yang terakhir yakni pembinaan jurnalistik tingkat nasional yang diadakan kawan-kawan pers dari seluruh Indonesia.
Beberapa tahun terakhir, LPM Dinamika IAIN SU memang aktif mengirimkan anggotanya mengikuti pembinaan tingkat nasional. Kali ini, seorang anggota LPM Dinamika IAIN SU, Amri Bidin berkesempatan untuk menimba ilmu dalam pembinaan Jurnalis nasional di Parapat, Sumatera Utara, Indonesia.
Sebelumnya, dua anggota LPM Dinamika juga mengikuti pembinaan jurnalis tingkat nasional di Bandar Lampung bulan mei lalu. Walaupun pelatihannya kali ini diadakan di provinsi sumatera utara, hal itu bukan lah dilema sebab jauh ataupun dekatnya tidak diukur melainkan ilmu yang akan diperoleh dan pengalaman yang luar biasa.
Pelatihan Jurnalis tingkat nasional ini diadakan oleh UKPM Suara USU. Pelatihan ini dinamakan “Seminggu dalam jurnalisme profesional (Salam Ulos) 2014”. Pelatihan ini diikuti 19 akseptor dari forum pers kampus se-indonesia. Mulai dari LPM DetAk Unsiyah Aceh, LPM Gagasan UIN SUSKA Riau, LPM Genta Andalas Padang, LPM Ganto UNP Padang, LPM Patriotik Unbari Jambi, LPM Gelora Sriwijaya UNSRI Palembang, LPM Momentun Universitas Langlang Buana Bandung, LPM Analisa STAI Pati Semarang, BPPM Balairung UGM Yogyakarta, LPM Akademika Udayana Bali, LPPM Profesi UNM Makassar, LPM Jurnalistik UNMU Samarinda, LPM Teropong UMSU, dan LPM Dinamika mewakili IAIN SU.
Kegiatan ini terlaksana  mulai tanggal 22-27 September 2014. Acara yang diadakan selama enam hari ini disajikan dengan rangkai program yang menarik dan menawarkan service full kepada peserta. Diantaranya yakni pembinaan penulisan narasi, kemudian bahasa indonesia jurnalistik, diskusi wacana HAM dan Bisnis serta reportase lapangan.
Pemateri yang dihadirkan merupakan pemateri yang profesional di bidangnya. Diantaranya Andreas Harsono wartawan yayasan pantau yang berapa tahun terakhir ini aktif sebagai pemateri Salam Ulos. Beliau menawarkan materi wacana penulisan narasi. Tentunya, dalam menulis sebuah narasi bukan lah hal yang mudah, seorang penulis harus bisa mengumpulkan puluhan bahkan hingga ratusan narasumber. Selain itu, observasi merupakan hal yang sangat penting dalam menciptakan sebuah goresan pena narasi.
Kemudian dilanjutkan dengan materi bahasa indonesia jurnalistik oleh Rahmat Wibisono, Redaktur Solo Pos. Bahasa indonesia jurnalistik sangat bermanfaat untuk para editor. Karena dalam pembahasannya yakni wacana goresan pena yang baku dan penulisan EYD yang sempurna serta pemilihan diksi dalam gosip maupun cerpen dan novel.

Tak hanya itu, akseptor dan panitia nonton film bersama “promise land” yang dipandu oleh Anugerah Perkasa Wartawan Bisnis dan HAM Bisnis Indonesia. Dalam pemaparannya ia memberikan bahwa dikala ini, wartawan harus meliput bisnis. Karena bisnis itu kapital dan didalamnya terdapat hak asasi manusia. Karena dikala ini slogan pejabat “ada uang ada kekuasaan”.
Salah seorang akseptor bertanya kepada Mas Nugi. Anugerah  perkasa dekat dipanggil Nugi. “mengapa wartawan menulis wacana HAM?”
“Karena dengan menulis HAM, merupakan salah satu impian masyarakat untuk melindungi haknya,” jawab mas nugi simpel.
Setelah semua materi disampaikan, pada hari kamis pagi (25/9), kami diturunkan pribadi ke kelurahan Ajibata kec. Toba Samosir dengan angkutan umum. Semua akseptor didudukan bersama narasumber yang telah disediakan oleh panitia wacana ikan porapora yang terancam punah. Narasumber tersebut, Siska Nenggolan dan Mak Adel nama lengkapnya Donna Nenggolan sebagai Nelayan yang dikala ini sudah jadi pengangguran. Selain itu, ada Ramlan Tampubolon yang memproduksi ikan porapora tersebut.
Panitia juga menghadirkan camat simalungun, namun sebab agendanya yang padat sehingga tidak sanggup hadir dan digantikan oleh kepala desa Ajibata.
Namun, ada insiden yang membekas dihati akseptor dikala wawancara berlangsung, yakni dikala mak adel mengenalkan dirinya. “Nama saya Mak Adel, nama lengkapnya Donna Nenggolan, ‘n’ nya dobel,” tuturnya dengan khas bataknya. Hingga menjadi materi tawaan akseptor selama penulisan gosip bahkan dikala hari terakhir pembinaan pun gurauan itu masih terdengar.
Keesokan harinya, akseptor dibagi menjadi dua kelompok untuk dievaluasi goresan pena masing-masing. Saat itu, saya tergabung dengan kelompok Rahmat Wibisono. Nampaknya, Rahmat Wibisono belum begitu puas dengan hasil kami walaupun ada beberapa goresan pena yang ia sukai.
Manfaat yang didapat dari pembinaan ini yakni ilmu jurnalistik serta informasi yang menarik wacana seputar pengelolaan organisasi beserta sumber daya anggotanya. Menambah mitra dan menjalin silaturahmi. Serta menikmati keindahan pesona Danau Toba sebagai danau terbesar di Asia Tenggara dan mengenal sejarah batak di pulau samosir menjadi suatu pengalaman yang luar biasa di penghujung September.
(Amri Bidin)

Sumber http://amriesagala.blogspot.com

Related Posts

0 Response to "✔ Se-Pekan Berlatih Jurnalistik Di Danau Toba"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel