iklan banner

Menjadi Tester Software

Menjadi Tester Software


Selamat Datang lagi ke blog ane yang gak keurus ini, berhubung ane lagi baik hati dan maka ane pengen share wacana menjadi Tester Software, jikalau kau ketika ini ingin mencari wacana menjadi tester software semoga artile ini cukup membantu. motivasi ane menciptakan artikel ini alasannya ialah ane melihat hasil report bug pada Test rekrutmen QA di kantor ane kerja masih belum sesuai dengan ekspektasi, nah berdasarkan ane masuk akal saja alasannya ialah ya namanya masih fresh graduate, kalau berpengalaman tentu sudah bisa, tidak bermaksud menggurui ane cuman ingin share aja, sanggup diterima sanggup tidak.


     Memang ketika kita sudah di terima suatu perusahaan maka ada hukum cara report. nah tapi berhubung kalian gres mengikuti test biasanya kau di biarkan cara reportnya, jikalau kau resah maka cara ini sanggup digunakan. btw bahwasanya ini udah ane singgung di artikel ane sebelumnya Suka murung menjadi tester . tapi berdasarkan ane cantik juga untuk dibuatkan artikel sendiri.

      Biasanya ketika kau mendaftar sebagai QA tes pertama ialah teknikal test, di sini kau disuruh mencari bug sebanyak banyaknya, sanggup berupa web atau aplikasi, selain banyak bug yang kau temukan hal yang ngga kalah penting ialah cara pelaporan bug, begini contohnya garis besarnya sob.



Oiya sebelum ane berikan contoh, hal yang kau lakukan untuk testing ialah lakukan testing fitur dasar dulu, contohnya nih kau di suruh ngetes website / aplikasi e-commerce maka hal yang perlu lakukan ialah coba lakukan registrasi, kemudian coba lakukan order, nah biasanya nih ketika teknikal test maka aplikasinya n
gbug banyak, so catet aja sebanyak banyaknya, nah ane sedikit jelaskan wacana bug, bug mempunyai tingkat kategori severity masing masing, secara garis besar ada 3 berdasarkan ane , 

Bug Critical, bug critical ialah jenis error / kesalahan yang mengakibatkan aplikasi tersebut tidak sanggup dijalankan atau menimbulkan aplikasi tidak sanggup melaksanakan transaksi / fungsi yang sangat penting pada aplikasi tersebut, contohnya nih aplikasi sosial media, ketika user tidak sanggup melaksanakan register maka bug tersebut sanggup digolongkan menimbulkan bug critical, sanggup juga ketika kita memencet suatu button maka mengakibatkan aplikasi force close / crash / freeze nah maka tanpa ragu kasih aja label severity "Critical".



Bug Medium, bug medium ialah jenis error yang tidak fatal namun cukup mengganggu user dalam memakai aplikasi, contohnya nih pada aplikasi sosial media, user tidak sanggup memfollow akun lain, nah ini sanggup dikatakan medium.

Bug Minor, bug minor ialah bug yang tidak cukup mengganggu dalam memakai aplikasi , contohnya nih ialah ada kesalahan redaksional harusnya tertulis "register" tapi pada aplikasi tertulis "rgister"

Selain di atas bahwasanya kita sanggup menawarkan saran / suggestioan , tapi biasanya ketika tes mau masuk kerja kita cukup mencari bug saja, cari sebanyak-banyaknya pokoknya. okay pribadi saja ane kasih teladan reportnya gaes. berikut. 

ini formatnya

Ini Contoh nya

Penjelasan :

Pada judul ane tulis " Register / " ialah untuk menjelaskan bahwa bug terjadi pada section "Register /"

untuk Lokasi jikalau aplikasi kosongkan saja. tapi untuk web sanggup dituliskan bug itu terjadi di url mana, tinggal copas saja.



Nah itu yang sanggup ane share, jikalau ada pertanyaan sanggup kontak ane via about, atau sanggup tinggalkan komentar, oiya bahwasanya tidak hanya testing secara manual, tapi terkadang tester juga dituntut untuk sanggup mengetes secara automasi, jujur aja ane masih males untuk mencar ilmu automasi, besok kalau ane dah nyoba akan ane share kok...byebye 







      


Sumber http://suarahampa.blogspot.com

0 Response to "Menjadi Tester Software"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel