iklan banner

Prinsip - Prinsip Dalam Penganggaran

Fungsi Penganggaran
Suatu sistem penganggaran mempunyai banyak fungsi dan fungsi-fungsi tersebut sanggup saja saling terkait. Sangat sulit menemukan suatu sistem penganggaran yang sanggup memenuhi seluruh fungsinya dengan baik dan sanggup memuaskan seluruh pihak yang berkepentingan.
Secara umum fungsi penganggaran berdasarkan granof yaitu sebagai berikut: (Michael Granof tahun 2001).
a. Perencanaan (planing)
Dalam arti luas, perencanaan mencakup pemprograman (menentukan kegiatan yang akan dilakukan), perolehan sumber daya dan alokasi sumber daya.Hal ini berkaitan dengan memilih jenis, kuantitas dan kualitas jasa yang akan disediakan untuk konstituen, memperkirakan biaya atas jasa-jasa tersebut, dan memilih bagaimana pembayaran untuk jasa tersebut.

b. Pengendalian dan pengelolaan (controlling and administering)
Anggaran membantu memastikan bahwa sumber daya diperoleh dan dipakai sesuai dengan rencana.Manajer memakai anggaran untuk memonitor pemikiran sumber daya dan menunjukkan kebutuhan untuk adaptasi operasional.Badan legislatif memakai anggaran untuk memilih otoritas pengeluaran terhadap direktur yang kesudahannya menggunakannya untuk memilih otoritasnya terhadap unit kerja dibawahnya (Departemen atau Lembaga).

c. Pelaporan dan penilaian (Reporting and Evaluating)
Anggaran menjadi dasar untuk pelaporan, pengevaluasian pada selesai priode. Perbandingan realisasi dengan anggaran menunjukkan apakah mandat penerimaan dan pengeluaran sudah dilaksanakan. Lebih penting lagi, jikalau dikaitkan dengan tujuan organisasi, anggaran sanggup memfasilitasi penilaian efisiensi dan efektifvitas.

Dalam pasal 3 (4) Undang – Undang RI No. 17 tahun 2003 disebutkan bahwa anggaran (APBN dan APBD) mempunyai fungsi: otorisasi, perencanaan, pengawasan alokasi , distribusi dan stabilisasi, dengan artian sebagai berikut:
  • Fungsi otorisasi berarti anggaran negara menjadi dasar untuk melakukan pendapatan belanja pada tahun yang bersangkutan. 
  • Fungsi perencanaan berarti anggaran negara menjadi pedoman bagi administrasi dalam merencanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan. 
  • Fungsi pengawasan mengandung arti bahwa anggaran negara menjadi pedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah negara sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  • Fungsi alokasi mengandung arti bahwa anggaran negara harus diarahkan untuk mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian
  • Fungsi distribusi berarti bahwa kebijakan anggaran negara harus mempertimbangkan rasa keadilan dan kepatutan.
  • Fungsi stabilisasi berarti bahwa anggaran negara menjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan mendasar perekonomian. selanjutnya dalam klarifikasi undang-undang tersebut disebutkan bahwa anggaran negara yaitu alat akuntabilitas, administrasi dan kebijakan ekonomi.

Sumber http://dominique122.blogspot.com

0 Response to "Prinsip - Prinsip Dalam Penganggaran"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel