✔ Puisi
Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima ialah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Beberapa andal modern mempunyai pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi yaitu :
1. Volume : tingkat bunyi keras atau lemah pada ketika kita membacakan puisi
2. Artikulasi : Pengucapan kata demi kata
3. Intonasi : Lagu yang memperlihatkan alunan untuk puisi
4. Gestur : gerakan badan yang meliputi seluruh anggota tubuh
5. Mimik : lisan terdapat pada wajah.
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan batin puisi.
1. Struktur fisik puisi
Struktur puisi terdiri dari :
Perwajahan puisi (tipografi), yaitu bentuk puisi ibarat halaman yang tidak dipenuhi kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan abjad kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal-hal tersebut sangat menentukan pemaknaan terhadap puisi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca puisi yaitu :
1. Volume : tingkat bunyi keras atau lemah pada ketika kita membacakan puisi
2. Artikulasi : Pengucapan kata demi kata
3. Intonasi : Lagu yang memperlihatkan alunan untuk puisi
4. Gestur : gerakan badan yang meliputi seluruh anggota tubuh
5. Mimik : lisan terdapat pada wajah.
Unsur-unsur puisi meliputi struktur fisik dan batin puisi.
1. Struktur fisik puisi
Struktur puisi terdiri dari :
- Diksi, yaitu pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya. Karena puisi ialah bentuk karya sastra yang sedikit kata-kata sanggup mengungkapkan banyak hal, maka kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pemilihan kata-kata dalam puisi erat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
- Imaji, yaitu kata atau susunan kata-kata yang sanggup mengungkapkan pengalaman indrawi, ibarat penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji sanggup dibagi menjadi tiga, yaitu imaji bunyi (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji sanggup menjadikan pembaca seperti melihat, medengar, dan mencicipi ibarat apa yang dialami penyair.
- Kata konkret, yaitu kata yang sanggup ditangkap dengan indera yang memungkinkan munculnya imaji. Kata-kata ini berafiliasi dengan kiasan atau lambang. Misalnya kata kongkret “salju: melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll., sedangkan kata kongkret “rawa-rawa” sanggup melambangkan kawasan kotor, kawasan hidup, bumi, kehidupan, dll.
- Gaya bahasa, yaitu penggunaan bahasa yang sanggup menghidupkan/meningkatkan dampak dan menimbulkan konotasi tertentu. Bahasa figuratif mengakibatkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna. Gaya bahasa disebut juga majas. Adapaun macam-amcam majas antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke,eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks.
- Rima/Irama adalah persamaan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan final baris puisi. Rima mencakup:
- Onomatope (tiruan terhadap bunyi, misal /ng/ yang memperlihatkan dampak magis pada puisi Sutadji C.B.),
- Bentuk intern contoh bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi [kata], dan sebagainya
- Pengulangan kata/ungkapan. Ritma merupakan tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan puisi
Struktur batin puisi terdiri dari
Sumber http://fahmiilhamardiansyah.blogspot.com
- Tema/makna (sense); media puisi ialah bahasa. Tataran bahasa ialah hubungan tanda dengan makna, maka puisi harus bermakna, baik makna tiap kata, baris, bait, maupun makna keseluruhan.
- Rasa (feeling), yaitu perilaku penyair terhadap pokok permasalahan yang terdapat dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa erat kaitannya dengan latar belakang sosial dan psikologi penyair, contohnya latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan pengetahuan. Kedalaman pengungkapan tema dan ketepatan dalam menyikapi suatu problem tidak bergantung pada kemampuan penyairmemilih kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, tetapi lebih banyak bergantung pada wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan kepribadian yang terbentuk oleh latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
- Nada (tone), yaitu perilaku penyair terhadap pembacanya. Nada juga berafiliasi dengan tema dan rasa. Penyair sanggup memberikan tema dengan nada menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca untuk memecahkan masalah, menyerahkan problem begitu saja kepada pembaca, dengan nada sombong, menganggap terbelakang dan rendah pembaca, dll.
- Amanat/tujuan/maksud (itention); yaitu pesan yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca
0 Response to "✔ Puisi"
Posting Komentar