✔ Google Play Menghapus 32 Aplikasi Mengandung Malamware Berbahaya
![]() |
| Ilustrasi (Foto: Androidauthority) |
W
Perusahaan keamanan mobile, Lookout, mengumumkan kehadiran keluarga malware gres yang ada di Android yakni BadNews. Malware gres ini ditemukan di dalam 32 aplikasi dari empat developer berbeda di Google Play. di kutip dari OkeZone.com (=22/04=)
Perusahaan itu melaporkan bahwa aplikasi yang disusupi malware telah diunduh sekira 2 juta sampai 9 juta kali. Sejauh ini diketahui bahwa Google telah menghapus semua aplikasi berbahaya itu dan akun developer yang terhubung dengan 32 aplikasi tersebut juga telah ditangguhkan.
Menurut Lookout, Badnews didistribusikan dan menyamar sebagai jaringan sebuah iklan. “Memasukkan isyarat berbahaya ke dalam Google Play merupakan tantangan, sebab itu kreator Badnews menciptakan sebuah jaringan iklan sebuah software berbahaya sebagai kedok yang akan mendorong malware ke perangkat yang terinfeksi di lalu hari semoga sanggup lolos dari investigasi aplikasi,” terang Lookout.
Badnews sanggup mengirim pesan palsu, bahkan pengguna diminta untuk memasang aneka macam apllikasi. Setelah itu, malware tersebut akan mengirim rincian pengguna termasuk nomor telefon dan ID perangkat.
Selain itu, Lookout juga mencatat bahwa Badnews menghadirkan AlphaSMS, yang dikenal sebagai malware penipuan SMS premium ke perangkat yang terinfeksi.
“Badnews merupakan pengembangan signifikasi dalam evolusi malware mobile sebab malware itu telah didistribusikan secara luas memakai sebuah server untuk menunda aksinya. Jika sebuah aplikasi belum terlibat dalam sikap berbahaya, sebuah investigasi tentu saja akan menyimpulkan bahwa aplikasi itu kondusif akrena sikap software berbahaya-nya belum terjadi,” terang Lookout.
Nah teman kita harus lebih berhati-hati lagi dalam mend0wnl0ad aplikasi ke dalam smartphone kita sehingga kita sanggup terhidar dari namanya malamware.
ah teman kita harus lebih berhati-hati lagi nih, perusahaan keamanan memperingatkan para developer untuk waspada soal isyarat pihak ketiga yang dipakai pada aplikasi besutannya.
Google sekali lagi memperoleh kecaman atas pendekatan sebab membiarkan platform-nya terbuka untuk mendapatkan aplikasi yang terinfeksi malware. Peneliti kemanan di Lookout menemukan 32 aplikasi di Google Pay terinfeksi malware BadNews. Demikian dilansir dari OkeZone.com, Minggu (=21/04=).
Para jago keamanan memperingatkan, meskipun mempunyai regulasi dan pengawasan yang kuat, namun penjahat asal Eropa Barat dan Amerika Utara masih mencoba mengambil laba dengan menyisipkan malware pada aplikasi.
Menurut laporan, malware ini secara khusus menyerang pengguna Android di Rusia, Ukraina, Belarus, dan pengguna lain di Eropa Timur.
Lookout mengakui sulit untuk menghitung angka niscaya dari perangkat yang terinfeksi. Korban akan terus bertambah selama Google masih menyediakan aplikasi tersebut. Menurut asumsi dua sampai sembilan juta aplikasi kali aplikasi yang terinfeksi telah diunduh.
Malware BadNews menyamar pada aplikasi resep, walpaper, game, dan aplikasi p0rn*. Menurut Lookout, aplikasi yang terinfeksi akan menipu pengguna untuk memasang aplikasi tertentu ibarat Skype. Kemudian, mereka mulai mencuri dengan mengirimkan pesan teks ke nomor premium.
Kejadian ini menciptakan beberapa perusahaan keamanan prihatin dan mendesak developer untuk berhati-hati memakai isyarat pihak ketiga yang dipakai pada aplikasi besutannya.
Perusahaan itu melaporkan bahwa aplikasi yang disusupi malware telah diunduh sekira 2 juta sampai 9 juta kali. Sejauh ini diketahui bahwa Google telah menghapus semua aplikasi berbahaya itu dan akun developer yang terhubung dengan 32 aplikasi tersebut juga telah ditangguhkan.
Menurut Lookout, Badnews didistribusikan dan menyamar sebagai jaringan sebuah iklan. “Memasukkan isyarat berbahaya ke dalam Google Play merupakan tantangan, sebab itu kreator Badnews menciptakan sebuah jaringan iklan sebuah software berbahaya sebagai kedok yang akan mendorong malware ke perangkat yang terinfeksi di lalu hari semoga sanggup lolos dari investigasi aplikasi,” terang Lookout.
Badnews sanggup mengirim pesan palsu, bahkan pengguna diminta untuk memasang aneka macam apllikasi. Setelah itu, malware tersebut akan mengirim rincian pengguna termasuk nomor telefon dan ID perangkat.
Selain itu, Lookout juga mencatat bahwa Badnews menghadirkan AlphaSMS, yang dikenal sebagai malware penipuan SMS premium ke perangkat yang terinfeksi.
“Badnews merupakan pengembangan signifikasi dalam evolusi malware mobile sebab malware itu telah didistribusikan secara luas memakai sebuah server untuk menunda aksinya. Jika sebuah aplikasi belum terlibat dalam sikap berbahaya, sebuah investigasi tentu saja akan menyimpulkan bahwa aplikasi itu kondusif akrena sikap software berbahaya-nya belum terjadi,” terang Lookout.
Nah teman kita harus lebih berhati-hati lagi dalam mend0wnl0ad aplikasi ke dalam smartphone kita sehingga kita sanggup terhidar dari namanya malamware.

0 Response to "✔ Google Play Menghapus 32 Aplikasi Mengandung Malamware Berbahaya"
Posting Komentar