✔ Pertumbuhan Dan Perkembangan Sel
(Tulisan Pertumbuhan Dan perkembangan Sel adalah bab dari artikel dengan judul Struktur Dan Fungsi Sel. Bila anda memerlukannya sebagai materi referensi, artikel tersebut bisa anda DOWNLOAD DISINI)
PERKEMBANGAN SEL
Di dalam tubuh manusia, telah dikenali sekitar 210 jenis sel. Sebagaimana organisme multiselular lainnya, kehidupan insan juga dimulai dari sebuah sel embrio diploid hasil dari fusi haploid oosit dan spermatosit yang kemudian mengalami serangkaian mitosis. Pada tahap awal, sel-sel embrio bersifat totipoten, setiap sel mempunyai kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi salah satu dari seluruh jenis sel tubuh.
Selang berjalannya tahap perkembangan, kapasitas diferensiasi menjadi menurun menjadi pluripoten, sampai menjadi sel progenitor yang hanya mempunyai kapasitas untuk terdiferensiasi menjadi satu jenis sel saja, dengan kapasitas unipoten. Pada level molekular, perkembangan sel dikendalikan melalui suatu proses pembelahan sel, diferensiasi sel, morfogenesis dan apoptosis. Tiap proses, pada awalnya, diaktivasi secara genetik, sebelum sel tersebut sanggup mendapatkan sinyal mitogenik dari lingkungan di luar sel.
PROSES PEMBELAHAN SEL
Siklus sel yaitu proses duplikasi secara akurat untuk menghasilkan jumlah DNA kromosom yang cukup banyak dan mendukung segregasi untuk menghasilkan dua sel anakan yang identik secara genetik. Proses ini berlangsung terus-menerus dan berulang (siklik). Pertumbuhan dan perkembangan sel tidak lepas dari siklus kehidupan yang dialami sel untuk tetap bertahan hidup. Siklus ini mengatur pertumbuhan sel dengan meregulasi waktu pembelahan dan mengatur perkembangan sel dengan mengatur jumlah ekspresi atau translasi gen pada masing-masing sel yang memilih diferensiasinya.
Fase pada siklus sel
1). Fasa S (sintesis) : Tahap terjadinya replikasi DNA
2). Fasa M (mitosis) : Tahap terjadinya pembelahan sel (baik pembelahan biner atau pembentukan tunas)
3). Fasa G (gap) : Tahap pertumbuhan bagi sel.
a) Fasa G0, sel yang gres saja mengalami pembelahan berada dalam keadaan membisu atau sel tidak melaksanakan pertumbuhan maupun perkembangan. Kondisi ini sangat bergantung pada sinyal atau rangsangan baik dari luar atau dalam sel. Umum terjadi dan beberapa tidak melanjutkan pertumbuhan (dorman) dan mati.
b) Fasa G1, sel eukariot mendapatkan sinyal untuk tumbuh, antara sitokinesis dan sintesis.
c) Fasa G2, pertumbuhan sel eukariot antara sintesis dan mitosis. Fasa tersebut berlangsung dengan urutan S > G2 > M > G0 > G1 > kembali ke S. Dalam konteks Mitosis, fase G dan S disebut sebagai Interfase.
DIFERENSIASI SEL
Regenerasi sel yaitu proses pertumbuhan dan perkembangan sel yang bertujuan untuk mengisi ruang tertentu pada jaringan atau memperbaiki bab yang rusak. Diferensiasi sel yaitu proses pematangan suatu sel menjadi sel yang spesifik dan fungsional, terletak pada posisi tertentu di dalam jaringan, dan mendukung fisiologis hewan. Misalnya, sebuah stem cell bisa berdiferensiasi menjadi sel kulit.
Saat sebuah sel tunggal, yaitu sel yang telah dibuahi, mengalami pembelahan berulang kali dan menghasilkan referensi tamat dengan keakuratan dan kompleksitas yang spektakuler, sel itu telah mengalami regenerasi dan diferensiasi. Regenerasi dan diferensiasi sel binatang ditentukan oleh genom. Genom yang identik terdapat pada setiap sel, namun mengekspresikan set gen yang berbeda, bergantung pada jumlah gen yang diekspresikan. Misalnya, pada sel retina mata, tentu gen penyandi karakteristik penangkap cahaya terdapat dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada ekspresi gen indera lainnya.
MORFOGENESIS
Pengekspresian gen itu sendiri menghipnotis jumlah sel, jenis sel, interaksi sel, bahkan lokasi sel. Oleh alasannya itu, sel binatang mempunyai 4 proses esensial pengkonstruksian embrio yang diatur oleh ekspresi gen, sebagai berikut:
Proliferasi sel : menghasilkan banyak sel dari satu sel
Spesialisasi sel : membuat sel dengan karakteristik berbeda
Interaksi sel : mengkoordinasi sikap sebuah sel dengan sel tetangganya
Pergerakan sel : menyusun sel untuk membentuk struktur jaringan dan organ
Pada embrio yang berkembang, keempat proses ini berlangsung bersamaan.Tidak ada tubuh pengatur khusus untuk proses ini. Setiap sel dari jutaan sel embrioharus membuat keputusannya masing-masing, berdasarkan jumlah kopi aba-aba genetikdan kondisi khusus masing-masing sel. Sel tubuh, menyerupai otot, saraf, dsb. Tetap mempertahankan karakteristik alasannya masih mengingat sinyal yang diberikan oleh nenek moyangnya ketika embrio awal perkembangan.
Sumber http://zonabawah.blogspot.com
0 Response to "✔ Pertumbuhan Dan Perkembangan Sel"
Posting Komentar